Pegawai PLN Ditemukan Tak Bernyawa di Dalam Mess


Sinergitasnews.com | Jayapura Kota - Sesosok mayat laki-laki ditemukan di Mess PLN depan SMP Negeri 1 Dok V Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Papua, Sabtu (12/3) siang pukul 13.30 Wit. 

Diketahui sesosok mayat tersebut bernama Tagor Simanjuntak (48) yang berprofesi sebagai Pegawai PLN Wilayah Papua dan Papua Barat. 

Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol. Gustav R. Urbinas, SH., S.IK., M.Pd melalui Kapolsek Jayapura Utara AKP Jahja Rumra, SH., MH ketika dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. 

"Jasad korban pertama kali ditemukan oleh saksi Fadilatul Akmal selaku sopir pribadi korban," ucapnya. 

"Dimana sekitar 13.05 Wit saksi sempat menerima telepon dari korban, yang mana korban meminta untuk diantar ke Rumah Sakit, " ucapnya.

Lebih lanjut lagi kata Kapolsek, saat tiba di mess saksi menghubungi korban beberapa kali namun tidak dijawab sehingga saksi merinisiatif untuk mengetuk pintu dan tidak ada jawaban, kemudian saksi mengambil kunci seref yang tergantung di kunci motor untuk membuka pintu depan. 

"Merasa curiga saksi keluar rumah dan memanggil tetangga samping untuk mengecek sambil membuka pintu kamar namun didapati korban sudah meninggal dunia dengan posisi tergeletak diatas lantai dengan kondisi sudah kaku sehingga saksi menghubungi staf korban dan beberapa kerabat serta menghubungi pihak Kepolisian, "jelasnya.

Ia pun menuturkan, temuan mayat tersebut telah ditangani Unit Reskrim Polsek Jayapura Utara, dimana pihaknya telah melakukan penanganan awal dan memintai beberapa ketengan saksi. 

"Sekitar pukul 15.45 Wit jasad korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara menggunakan mobil ambulance guna penanganan lebih lanjut. 

" Penyebab kematian korban belum dapat dipastikan, namun dari keterangan rekan kerja bahwa berdasarkan dari informasi pihak keluarga, korban memiliki riwayat penyakit komplikasi Diabetes Melitus (Gula Darah Tinggi) dan Kardiovaskular (Gangguan Jantung), "imbuhnya.

Mantan Kasubbag Humas Polresta Jayapura Kota ini pun menambahkan, pihak keluarga menerima kematian / meninggalnya korban dan menolak untuk dilakukan outopsi, direncanakan besok (13/3) jasad korban akan dikirim ke kampung halaman Kota Medan Provinsi Sumatra Utara. (*) 


Penulis   : Andi

Posting Komentar

0 Komentar