Kades Nglaran Pacitan Geram,Potonya Dicatut Untuk Penipuan Di Media Sosial

 

Sinergitasnews.com | Pacitan - Aksi penipuan mencatut nama dan foto kepala desa (kades) di Pacitan belakangan marak terjadi. Kejadian itu membikin geram para kades.

Modus yang dilakukan pelaku beragam. Ada yang berdalih meminta transfer pulsa, ada pula yang mengaku kehabisan uang di jalan dan meminta transfer uang ke nomor rekening tertentu.

Kades Nglaran , Kecamatan Tulakan,Triyono, menjadi salah satu kades yang fotonya dicatut melalui media sosial Facebook (FB) untuk digunakan oknum tidak bertangungjawab meminta sejumlah uang dan pulsa, Peristiwa itu diketahui korban setelah mendapat informasi dari rekan-rekannya.

Triyono saat dihubungi oleh salah satu temannya dan dikagetkan pertanyaan apakah ada inbok dengan meminta bantuan. Ia pun kaget mendapatkan kabar tersebut. Pasalnya, dia tak menghubungi temannya itu terlebih meminta transfer uang.

Kades Nglaran tersebut kaget, Ternyata, fotonya bersama istri digunakan akun Facebook orang lain dan mengirim pesan melalui inbok ke teman-temannya dengan alasan meminta uang dan pulsa.

"Saya kaget ketika teman-teman mengirimkan screenshot poto saya di akun Facebook dan percakapan di inbok,karena saya tidak pernah melakukan hal tersebut kepada teman-teman yang ada di pertemuan facebook itu,"ujar Triyono saat ditemui di Kantornya, Rabu (23/03/2022) siang.

Kades tak tahu dari mana pelaku bisa mendapatkan poto tersebut dan digunakan untuk sasaran penipuan. Dia meminta kepada warga atau pun teman-teman agar tidak mudah percaya jika ada yang mengatasnamakan dirinya meminta uang dan pulsa melalui inbok.

"Saya harap kepada teman-teman atau pun warga yang pernah di inbok minta uang dan pulsa oleh akun yang mencatut poto saya agar konfirmasi ke saya atau laporkan ke pihak berwajib,katena itu buka diri saya,"jlentrehnya.

"Sekali lagi kami imbau kepada warga dan teman-teman lain agar lebih berhati-hati dengan modus penipuan mengunakan poto kades ataupun yang lainnya,"ungkapnya

Meski belum pernah ada korban, aksi penipuan itu membikin resah Kades dan warga. 

“Saya masih belum melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib, masih akan mengumpulkan bukti-bukti terlebih dahulu,"pungkasnya.(tyo)

Posting Komentar

0 Komentar